RNI Tower, Proyek Prestisius Kalahkan Petronas

Written By bopuluh on Rabu, 13 Februari 2013 | 18.51

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rencananya merambah bisnis properti,  PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sedang menyiapkan studi kelayakan pembangunan properti terpadu yang menggabungkan unsur perkantoran, hotel, dan pusat bisnis yang berlokasi di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Pada lahan seluas 5,9 hektare ini akan dibangun lima menara perkantoran dengan masing-masing 45 lantai, hotel berbintang dengan 17 lantai, dan convention hall serta area bisnis 8 lantai.

Demikian diungkapkan Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro, pada acara peluncuran operasional gerai ritel "Waroeng Rajawali dan RNI Outlook 2013", di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Namun, khusus properti di kawasan Gatot Subroto tersebut, Ismet tidak merinci total investasi yang akan digelontorkan.

Ismet menjelaskan, studi kelayakan pembangunan Gatot Subroto diharapkan selesai pada akhir 2014 sehingga dapat mulai dibangun pada 2015. Adapun dua lokasi lainnya, yaitu gedung yang saat ini ditempati Holding RNI di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dengan lahan seluas 14.980 meter persegi akan dibangun RNI Tower.

"Tingginya 99 lantai. Tower ini akan menjadi bangunan yang sangat prestisius, bahkan saya ingin bisa mengalahkan Petronas, Malaysia," kata Ismet.

Ia menambahkan, RNI Tower ini akan dinamai Gedung Asmaul Husna, yang merupakan pusat perkantoran dan apartemen. Ismet juga tidak menyebutkan lebih rinci nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun gedung tersebut. Saat ini pihaknya sedang meminta izin dari pemegang saham, yaitu Kementerian BUMN.

Terkait dengan pendanaan ekspansi RNI di sektor properti tersebut, Ismet mengaku tidak dibiayai sendiri, tetapi melibatkan BUMN lainnya terutama BUMN Karya dan Bank-Bank BUMN.

"Konsepnya turn key project, yaitu dibangun terlebih dahulu baru, kemudian dibayar dari hasil sewa gedung tersebut. Konsep ini merupakan kemitraan BUMN Karya, Bank BUMN dan RNI sendiri," ujar Ismet.

Secara keseluruhan, tambah Ismet, bisnis properti RNI diperkirakan sangat menguntungkan karena properti yang dibangun berada di lokasi strategis. Ia mengakui, selama ini pendapatan dari bisnis properti masih sangat kecil.

"Dengan ekspansi secara besar-besaran di sektor properti diharapkan pada tahun 2017 sudah memberikan kontribusi terhadap pendapatan RNI sekitar Rp1 triliun," ujarnya.

Seperti disebutkan sebelumnya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) serius memasuki bisnis properti. RNBI berencana membangun perkantoran, hotel, apartemen, pusat perbelanjaan pada lima lokasi aset yang dimiliki perusahaan.

"Kita siap mengembangkan bisnis properti. Untuk tahap awal akan dibangun properti di tiga lokasi dengan investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 triliun," kata Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro, pada acara peluncuran operasional gerai ritel "Waroeng Rajawali dan RNI Outlook 2013", di Jakarta, Rabu (13/2/2013).


Anda sedang membaca artikel tentang

RNI Tower, Proyek Prestisius Kalahkan Petronas

Dengan url

http://preventcholesterolsoon.blogspot.com/2013/02/rni-tower-proyek-prestisius-kalahkan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

RNI Tower, Proyek Prestisius Kalahkan Petronas

namun jangan lupa untuk meletakkan link

RNI Tower, Proyek Prestisius Kalahkan Petronas

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger